Kategori
Kesehatan

Analisis Data COVID-19 Indonesia

  1. Sumber data yang digunakan dalam analisis ini merupakan data yang berasal dari Kementerian Kesehatan.
  2. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menerima data konfirmasi kasus positif dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) dengan sistem New All Record yang kemudian diverifikasi oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) dan dikirimkan melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan.
  3. Data individual dari Pusdatin Kementerian Kesehatan masuk ke sistem Bersatu Lawan COVID (BLC) di bawah Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan diterima setiap hari.
  4. Data individual pasien di rumah sakit (termasuk OTG, ODP, PDP, positif yang kini disebut kasus suspek dan terkonfirmasi) didapatkan melalui sistem RS Online yang dikelola oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan dan dikirimkan oleh Pusdatin Kemenkes.
  5. Data COVID-19 bersifat sangat dinamis sehingga dapat berubah sesuai dengan hasil verifikasi yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.
  6. Data yang masuk ke dalam sistem BLC akan dilakukan analisis harian dan mingguan yang dapat diakses pada website: https://covid19.go.id.

Laporan Analisis Data COVID-19 ini disusun oleh Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19

Kita mesti bijak memilah dan memilih sumber rujukan informasi. Apalagi terkait dengan obat-obatan yang kita konsumsi. Jika kita lengah, akan fatal akibatnya bagi kesehatan.

Yuk kita selalu cek “KLIK”, Kemasan, Label, Ijin edar dan Kadaluarsa pada tiap kemasan obat ataupun suplemen kesehatan. Cari tahu selengkapnya di http://cekbpom.pom.go.id

Dilansir http://argentinarenovables.org/

Kategori
Kesehatan

Penyakit Corona Disebut Sebagai Sindemi

Seluruh dunia sepakat bahwa hingga saat ini Covid-19 merupakan sebuah pandemi. Bahkan, WHO sendiri juga sudah menegaskan dalam beberapa pertanyaan badan kesehatan dunia tersebut karena sifat Covid-19 yang terjadi secara global alias mewabah di seluruh dunia. Hingga hari ini tercatat sudah 52,6 juta kasus virus di seluruh dunia, dengan 34,1 juta sembuh dan 1,29 juta meninggal. Untuk Indonesia sendiri sudah tercatat melebihi 450.000, yaitu 452.000l, dengan 382.000 sembuh dan 14.933 meninggal. Beberapa langkah juga sudah dilakukan seperti meminta masyarakat untuk melakukan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak sebanyak 1-2 meter kemudian melakukan tes-tes Corona seperti PCR swab dan rapid test. Tak hanya itu, beberapa negara pun juga sudah melakukan karantina wilayah atau lockdown dan menutup beberapa akses meskipun harus mengorbankan perekonomian yang juga terguncang akibat virus yang mewabah ini.

sindemiHasilnya, ada beberapa negara yang sukses, ada juga yang tidak. Jumlah penderita virus perlahan bisa dikurangi meskipun kemudian mengalami lonjakan kembali setelah ada pelonggaran. Harapan satu-satunya pun kini tertuju pada vaksin Covid-19 yang masih dalam pengembangan meskipun vaksin tidak serta-merta dengan cepat menghilangkan pandemi. Kini setelah Covid-19 sudah dinyatakan sebagai pandemi muncul lagi istilah untuk menyebut virus asal Wuhan tersebut sebagai sindemi. Tentu banyak Sobat Sehat yang bertanya-tanya apa itu sindemi?

Pengertian Sindemi

Sindemi adalah akronim yang berasal dari dua kata, yaitu sinergi dan pandemi. Artinya, penyakit seperti Covid-19 tidak boleh berdiri sendiri sebab pada kenyataannya di satu sisi ada Covid-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, dan di sisi lainnya ada serangkaian penyakit yang sudah diidap seseorang. Kedua elemen ini berinteraksi dalam konteks ketimpangan sosial yang mendalam.Istilah ini sendiri dimunculkan oleh Richard Horton, pemimpin redaksi jurnal ilmiah The Lancet pada 26 September 2020. Melalui sindemi ini, Horton hendak menunjukkan satu tingkat keseriusan yang lebih parah dari pandemi. Dengan demikian, para pemangku kebijakan perlu mengambil langkah yang lebih serius untuk menjaga kesehatan masyarakat.

Komentar ini ia tulis tepat saat virus Covid-19 atau Corona merenggut 1 juta nyawa manusia di seluruh dunia. Horton juga menyatakan bahwa pendekatan yang diambil dalam penanganan virus memakai pendekatan yang terlalu sempit. Sebab, selama ini ia menilai semua intervensi hanya berfokus pada pemotongan laju penularan virus. Penanganan ini bahwa penanganan yang ada lebih berdasarkan pada pandangan bahwa Covid-19 sebagai penyakit menular. Sejarah ilmu pengetahuan epidemiologi selama berabad-abad menunjukkan bahwa memutus rantai penularan adalah cara yang tepat untuk mengatasi wabah penyakit menular.

Ketimpangan sosial yang pernyataan Horton soal sindemi terlihat dari pernyataan PBB pada awal tahun 2020. PBB telah memperingatkan bahwa pandemi memiliki dampak yang tidak proporsional di antara populasi termiskin di dunia. Hal itu ditegaskan oleh Sekjen PBB, Antonio Guterres. Yang paling terdampak adaklah kelompok masyarakat paling rentan, orang yang hidup dalam kemiskinan, pekerja miskin, perempuan dan anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok marginal lainnya.

Bukan Istilah Baru

Sindemi bukanlah istilah baru dan sudah muncul pada dekade 90-an oleh seorang antropolog medis asal Amerika Serikat, Merill Singer. Istilah ini dicetuskannya untuk menyebiut kondisi ketika dua penyakit atau lebih berinteraksi sedemikian rupa sehingga menyebablan kerusakan yang lebih besar ketimbang dampak dari masing-masing penyakit tersebut. Dampak dari interaksi ini juga difasilitasi oleh kondisi sosial dan lingkungan yang tidak bisa dijelaskan dapat menyatukan kedua penyakit atau membuat populasi menjadi lebih rentan terhadap dampaknya. Istilah ini muncul saat Singer dan koleganya sedang meneliti penggunaan narkoba di komunitas berpenghasilan rendah di AS. Ia dan koleganya menemukan bahwa banyak masyarakat yang menggunakan narkoba menderita sejumlah penyakit seperti TBC dan penyakit menular seksual. Kesimpulan dari penelitian bahwa dalam beberapa kasus kombinasi penyakit memperkuat dampak dan kerusakan yang dialami penderita.

Cara Penanganan

Mengenai sindemi ini beberapa ahli seperti Tiff-Annie Kenny dari Laval University di Kanada menyarankan hal yang sama seperti Norton, yaitu mengganti pendekatan epidemiologi klasik mengenai risiko penularan Covid-19 dengan pendekatan dalam konteks sosial. Hal lainnya, menurut Merill Singer adalah mengatasi faktor struktural yang mempersulit masyarakat miskin untuk mengakses layanan kesehatan atau mengonsumsi makanan yang memadai. Perubahan strategi ini diperlukan untuk menghadapi pandemi di masa depan sebagai akibat tindakan manusia yang selalu melampaui batas yang menyebabkan beberapa hal negatif seperti perubahan iklim dan deforestasi. Hal ini perlu supaya pengobatan atau pencegahan terhadap Covid-19 benar-benar berjalan efektif.

Baca Juga: http://modemontreal.tv/

Nah, itulah Sobat Sehat mengenai sindemi, istilah yang baru-baru ini diluncurkan untuk menyebut Covid-19 yang masih mewabah. Yuk, Sobat, tetap jaga diri dari Covid-19 dengan menerapkan 3M, menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat

Kategori
Kesehatan

Awas Penyakit Sindrom kelelahan Kronis

Awas Penyakit Sindrom kelelahan Kronis

Sudah sewajarnya kita merasa lelah setelah seharian beraktivitas atau usai melakukan pekerjaan fisik yang berat. Untuk mengembalikan tenaga yang terkuras, biasanya istirahat sudah cukup. Namun, bagaimana jika kita sering merasa lelah bahkan dirasakan sampai sepanjang hari? Waspada, ini adalah tanda sindrom kelelahan kronis.

Sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome) juga dikenal sebagai myalgic encephalomyelitis atau biasa disingkat dengan (ME/CFS). Menurut keterangan di laman American Myalgic Encephalomyelitis and Chronic Fatigue Syndrome Society, diperkirakan sebanyak 17-24 juta orang di dunia memiliki ME/CFS.

Salah satu figur publik yang diketahui memiliki kondisi ME/CFS adalah mantan pembalap MotoGP asal Australia, Casey Stoner. Lewat sebuah wawancara, Stoner bercerita dia mulai merasakan gejalanya sejak tahun 2018.

Lebih dari sekadar capek biasa dan hingga kini tidak ada obatnya, mari ketahui lebih lanjut apa itu ME/CFS.

1. Merasa lelah terus-menerus

Melansir Healthline dan MayoClinic, ME/CFS adalah kelelahan yang terjadi sepanjang waktu dan tidak hilang walaupun sudah tidur atau istirahat. Seseorang dicurigai mengalami kondisi ini bila kelelahan kronis setidaknya terjadi selama 6 bulan tanpa penyebab yang jelas.

Beda dari capek biasa, penderita ME/CFS akan terus merasa lelah dan tidak berenergi. Kondisi akan memburuk setelah penderitanya beraktivitas fisik maupun mental.

2. Memengaruhi kondisi fisik dan mental

ME/CFS dampaknya pada kualitas hidup penderitanya cukup signifikan. Rasa lelah yang berlebihan sering kali membuat orang dengan kondisi tersebut sulit melakukan aktivitas sehari, misalnya mandi, menyiapkan makanan, bersih-bersih, dan sebagainya.

Kelelahan yang ditimbulkannya cukup berat, terkadang sampai membuat penderitanya sulit beranjak dari tempat tidur. Kondisi ini juga tentu bisa menyulitkan pasiennya dalam bekerja, belajar, bahkan dalam kehidupan sosialnya.

Selain fisik, ME/CFS bisa memengaruhi kondisi mental. Penderitanya mungkin perlu melakukan perubahan gaya hidup untuk bisa beradaptasi dengan kelelahan kronis tersebut, dan tak jarang kondisinya memicu kecemasan hingga depresi. Lebih buruknya lagi, mereka bisa mengisolasi diri dan lebih memilih untuk beristirahat di rumah.

Oleh sebab itu, pendampingan oleh keluarga atau kerabat dekat sangat diperlukan untuk menjaga kondisi fisik maupun mental penderita.

3. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai

Gejala ME/CFS yang ditimbulkan bervariasi, tergantung tingkat keparahan dan kondisi individu. Menurut keterangan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), selain rasa lelah yang dialami terus-terusan, gejala lain yang umum dialami penderita ME/CFS adalah:

  • Gangguan tidur, seperti merasa tidak segar saat bangun tidur, sulit tidur, dan gangguan tidur lainnya
  • Kesulitan dalam berkonsentrasi, fokus, dan mengingat sesuatu
  • Merasa pusing ketika berdiri atau duduk
  • Nyeri otot atau sendi
  • Sakit kepala

Gejala lainnya yang juga bisa dirasakan adalah pembengkakan kelenjar getah benting di leher atau ketiak, sakit tenggorokan, masalah pencernaan, menggigil dan berkeringat pada malam hari, sesak napas, dan detak jantung tidak teratur.

Dirangkum dari berbagai sumber, penyebab ME/CFS belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga bahwa beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko kondisi tersebut:

  • Pengaruh genetik atau faktor keturunan
  • Infeksi virus atau bakteri
  • Sistem imun yang melemah
  • Ketidakstabilan hormon
  • Stres
  • Usia. Menurut CDC, kelelahan kronis umumnya terjadi pada usia 40-60 tahun. Namun, ME/CFS bisa dialami segala usia
  • Jenis kelamin. Kemungkinan perempuan untuk mengalami ME/CFS 2-4 adalah 2-4 kali lebih tinggi ketimbang laki-laki

5. Diagnosis sindrom kelelahan kronis

Diagnosis ME/CFS bisa menjadi tantangan bagi dokter yang memeriksa. Pasalnya, belum ada tes diagnostik pasti untuk kondisi tersebut. Selain itu, gejalanya pun mirip dengan banyak kondisi medis lainnya. Bahkan, banyak penderita ME/CFS yang tidak tampak seperti orang yang sakit.

Menurut sebuah ulasan ilmiah dalam jurnal Primary Care Companion to The Journal of Clinical Psychiatry tahun 2008, kelelahan bisa menjadi bagian dari gejala depresi, kecemasan, gangguan afektif musiman, dan beberapa kondisi lainnya. Fakta lapangan, ME/CFS sering dikira sebagai depresi.

Mengetahui riwayat lengkap pasien disertai pemeriksaan lewat kuesioner bisa sangat membantu dokter dalam membedakan ME/CFS dengan gangguan depresi mayor.

Dalam menentukan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh termasuk fisik, tes laboratorium, dan riwayat kesehatan pasien. Dokter juga akan memastikan bahwa pasien memiliki gejala dan faktor risiko ME/CFS. Selain itu, pasien akan ditanya mengenai durasi dan keparahan dari kelelahan yang dialami.

Beberapa penyakit yang punya gejala mirip ME/CFS antara lain:

Beberapa penyakit berikut memiliki gejala yang sama seperti sindrom kelelahan kronis.

  • Mononukleosis
  • Penyakit Lyme
  • Multiple sclerosis
  • Lupus
  • Hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid)
  • Fibromialgia
  • Gangguan depresi mayor
  • Obesitas
  • Gangguan tidur

Jika merasa lelah berkepanjangan, belum tentu kamu mengalami ME/CFS. Bisa saja merupakan gejala dari kondisi medis di atas. Maka dari itu, hindari diagnosis diri sendiri, periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

6. Perawatan diberikan untuk meredakan gejala

Saat ini, belum ada metode pengobatan yang sepenuhnya efektif mengatasi ME/CFS. Namun, perawatan tetap dilakukan untuk meredakan gejala yang dialami.

Setiap pasien mungkin memiliki gejala yang berbeda-beda sehingga, sehingga penanganan tiap pasien pun tidak sama. Beberapa jenis perawatan yang bisa dilakukan di antaranya:

  • Obat-obatan: diberikan sesuai dengan kondisi pasien. Antidepresan diberikan untuk mengatasi depresi yang bisa menjadi pemicu ME/CFS dan membantu meningkatkan kualitas tidur. Selain itu, obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau aspirin, diresepkan untuk mengatasi nyeri sendi dan otot yang dirasakan penderita.
  • Psikoterapi: terapi perilaku kognitif (CBT) dapat membantu menenangkan pikiran dan mengatasi kecemasan, stres, atau depresi yang dapat muncul bersamaan dengan ME/CFS.
  • Perubahan gaya hidup: misalnya dengan mengurangi konsumsi kafein dan alkohol, berhenti merokok, tidur yang cukup, melakukan olahraga ringan sesuai rekomendasi dokter, menerapkan pola makan bergizi seimbang.

Perkembangan yang akan dirasakan dalam pengobatan tiap pasien bisa berbeda-beda pada tiap orang. Maka dari itu, penting bagi pasien untuk bekerja sama dengan dokter untuk membuat rencana perawatan sesuai kondisi dan kebutuhan.

Itulah hal-hal seputar sindrom kelelahan kronis. Terus-menerus merasa lelah memang tidak bisa dianggap sepele, apalagi jika muncul tanpa penyebab yang jelas. Segera periksakan ke dokter agar bisa diperiksa lebih lanjut dan segera mendapat penanganan yang tepat.

Dilansir oleh https://dealerpro.net/

Kategori
Kesehatan

5 Manfaat Tertawa Untuk Kesehatan

5 Manfaat Tertawa Untuk Kesehatan

5 Manfaat Tertawa Untuk Kesehatan – Sering tertawa ketika mendengar celoteh yang lucu? Berbahagialah kamu yang masih bisa melakukannya. Pasalnya, selain benar-benar menghasilkan aura yang positif, tertawa juga mendatangkan beragam manfaat bagi kesehatan. Simak ulasan berikut seperti dilansir dari Medical Daily.

  1. Menurunkan tekanan darah
    Penelitian telah menemukan dampak positif pada aliran darah peserta setelah mereka menertawakan beberapa acara komedi. Dampak positif ini adalah meningkatkan pelebaran pembuluh darah yang akan menurunkan tekanan darah.”Tertawa memang bukan satu-satunya solusi untuk jantung yang sehat, tetapi tampaknya berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah yang pada gilirannya memberi efek positif pada jantung,” ujar peneliti utama Jun Sugawara.
  1. Menghilangkan stres
    Tertawa juga meningkatkan respons tubuh dalam menurunkan tingkat stres kamu. Hasilnya, kamu akan merasakan perasaan lega karena hormon oksitosin diproduksi sebagai gantinya. Hal ini terungkap melalui sebuah penelitian di mana tertawa dikaitkan dengan berkurangnya tiga hormon stres yakni kortisol, epinefrin, dan dopac. Masing-masing dari hormon stres ini dilaporkan menurun sebanyak 39 persen, 70 persen, dan 38 persen.Meskipun ini adalah efek jangka pendek, ada kemungkinan tertawa bisa dijadikan sebagai terapi untuk memberi manfaat jangka panjang. Terapi tawa juga dilaporkan dapat menjadi alat manajemen stres, terutama bagi mereka yang menderita kecemasan dan depresi.
  1. Meningkatkan imunitas
    Lee Berk dari Loma Linda University, California, mengatakan kepada TIME bagaimana tertawa juga dikaitkan dengan penurunan tingkat peradangan dan peningkatkan aktivitas sel kekebalan tubuh. Sel-sel ini berperan membantu sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit.”Efek ini juga terjadi ketika kamu istirahat cukup, makan dengan benar, dan berolahraga. Itu sebabnya tertawa juga bisa dikategorikan sebagai gaya hidup sehat tradisional,” ujar Berk.
  1. Menghilangkan rasa sakit
    Dalam serangkaian percobaan, responden dilaporkan mengalami penurunan rasa nyeri ketika tertawa bersama kelompoknya. “Ketika tawa muncul, ambang nyeri meningkat secara signifikan, sehingga responden cenderung melupakan rasa nyerinya,” ujar penelitian.Meskipun fenomena ini tidak dipahami dengan jelas, para peneliti percaya bahwa tertawa dapat melepaskan zat kimia otak atau endorfin dalam tubuh yang dapat meningkatkan kemampuan kita untuk menahan rasa sakit.
  1. Latihan fisik
    Jangan menganggap ini berarti tertawa dapat menggantikan aktivitas fisik atau membantu kamu menurunkan berat badan. Tetapi tertawa sekitar 10 hingga 15 menit terbukti dapat membakar hingga 40 kalori menurut penelitian Vanderbilt University Medical Center. Dalam beberapa kasus, gelak tawa yang intens juga dapat melatih beberapa bagian tubuh seperti diafragma, perut, dan bahkan otot-otot bahu kamu.

Mari Tertawa Sebelum Tertawa Itu Dilarang 🙂

Dilansir oleh http://lavainbalaclava.com.au/

Kategori
Kesehatan

Garam Inggris Mempunyai Banyak Manfaat

garam

Garam Inggris Mempunyai Banyak Manfaat, Saat badan sedang pegal-pegal, enak rasanya kalau berendam dalam air hangat, apalagi jika airnya campur garam. Tapi bukan garam dapur biasa, kamu perlu memakai garam inggris atau garam Epsom.

Ya, garam inggris sudah sejak lama gunakan untuk relaksasi sekaligus penyembuhan, dan banyak menganggapnya manjur. Hanya dengan mandi berendam pakai air hangat bercampur garam inggris, efek kesehatan yang dapat bisa beragam.

Apa itu garam inggris?

Garam Epsom, atau lebih kenal dengan garam inggris Indonesia, adalah jenis garam yang banyak gunakan untuk mandi atau berendam. Orang-orang menyebutnya Epsom karena garam ini pertama kali temukan mata air alami Epsom, Surrey, Inggris.Meski sebut garam dan bentuknya mirip dengan garam meja, garam inggris bukanlah penyedap masakan. Garam ini mengandung magnesium dan sulfur, dengan rasa yang pahit. Jikapun ingin mengonsumsinya, kamu perlu melarutkannya terlebih dulu dengan banyak air. samping untuk mandi berendam, garam inggris juga biasanya dapat temukan dalam aspirin maupun obat pencahar.Garam inggris juga berbeda dengan garam kristal atau garam mandi. Seringkali, pemakaian garam kristal tambah dengan minyak, pewarna, dan pewangi. Sementara garam inggris tidak perlu tambahkan apapun.

Apa saja manfaat garam inggris?

Ketika larutkan dalam air, garam inggris akan terurai menjadi magnesium dan sulfat. Teorinya, jika kamu berendam dengan larutan garam ini, kandungan partikelnya dapat serap oleh kulit.Meski klaim tersebut belum terbukti secara ilmiah, garam Epsom tetap banyak gunakan untuk berendam. Tak sedikit juga orang yang memanfaatkannya untuk tujuan kecantikan, yakni dengan cara mengoleskannya ke kulit.Untuk lebih jelasnya, mari simak sederet manfaat garam inggris yang telah percaya sejak dulu bawah ini:

  • Meredakan nyeri dan bengkak pada sendi

Garam inggris dapat membantu orang-orang yang memiliki rheumatoid arthritis, penyakit asam urat, dan lupus. Salah satu gejala umum dari kondisi-kondisi ini adalah nyeri dan bengkak pada sendi. duga, zat magnesium yang terkandung dalam garam Epsom dapat membantu tubuh dalam membuang racun yang memicu rasa nyeri, bengkak, dan kaku pada sendi. Tak hanya itu, kebaikan garam ini juga bisa dapatkan oleh kamu yang mengalami nyeri otot setelah berolahraga.

  • Mengelupas sel-sel kulit mati

Penumpukan sel-sel kulit mati bisa membuat kulit terlihat kusam. Agar kulit tampak lebih segar dan sehat, kamu dapat melakukan garam inggris sebagai scrub wajah. Dengan ini, sel-sel kulit mati bisa berkurang.Beberapa orang juga memanfaatkan garam ini untuk membasuh wajah. Pasalnya, garam Epsom anggap mampu membersihkan pori-pori wajah.Garam inggris dapat pula menenangkan kulit yang mengalami eksim dan psoriasis. Tapi kamu sebaiknya berkonsultasi dokter kulit terlebih dulu sebelum menggunakannya supaya kondisi kulit tidak makin memburuk.

  • Mengurangi stres

Manfaat garam inggris selanjutnya adalah untuk mengurangi stres. Khasiat ini juga berasal dari kandungan magnesium dalamnya.Kadar magnesium yang cukup dalam tubuh dapat meningkatkan neurotransmiter pada otak. Senyawa kimiawi ini mampu memengaruhi emosi seseorang dan berperan dalam membantu tidur lebih nyenyak serta menurunkan tingkat stres.Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa mengelola kadar magnesium dalam tubuh dapat membantu kamu untuk mengelola stres yang mendera.

  • Mengatasi susah buang air besar

Konstipasi atau sembelit terjadi ketika frekuensi buang air besar kamu mengalami penurunan. Mengonsumsi garam inggris dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasinya.Meski begitu, kamu tidak boleh mengonsumsi garam ini melebihi dosis yang tercantum pada kemasan. Bicarakan juga degan dokter terlebih dulu. 

  • Menyingkirkan migrain

Migrain bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk mengatasinya, cobalah berendam dalam air mandi yang telah beri garam inggris.Garam ini mampu membantu dalam mengendurkan otot-otot sekitar tulang tengkorak. Alhasil, kamu akan lebih rileks dan sakit kepala pun lenyap.

Bagaimana cara menggunakan garam inggris yang benar?

Berbeda tujuan penggunaan garam inggris, cara pakainya juga akan berlainan. Berikut penjelasannya:

  • Untuk berendam

Masukkan 300 gram garam inggris ke dalam bak mandi berisi air hangat. Setelah garam larut, rendamlah tubuh kamu selama 15 menit.

  • Untuk eksfoliasi kulit

Campurkan ½ sendok teh garam inggris dengan krim pembersih wajah. Lalu oleskan campuran tersebut ke area wajah dan perlahan-lahan pijat wajah kamu.

  • Untuk rambut

Jika kamu ingin membuat rambut tampak lebih bervolume, campurkan garam Epsom dengan kondisioner kamu dan usapkan pada rambut. Biarkan selama 20 menit sebelum kamu membilasnya.

  • Untuk konstipasi

Orang dewasa umumnya dapat mengonsumsi 2-6 sendok teh garam inggris per hari. Untuk lebih jelasanya, kamu perlu membaca aturan pakainya dengan jeli pada kemasan, dan jangan lupa untuk melarutkannya dalam air.Sedangkan untuk anak-anak, kamu cukup melarutkan 1-2 sendok the garam Epsom ke dalam air. Namun senantiasa konsultasikan dosisnya dengan dokter agar tetap aman.

Bolehkah ibu hamil berendam dalam air garam inggris?

Jawabannya adalah boleh! Ibu hamil bisa mandi berendam dalam bathtub yang telah isi air garam inggris, atau merendam area-area yang terasa pegal (misalnya bagian kaki).Namun harap ingat bahwa berendam seluruh tubuh dalam air garam Epsom sebaiknya menggunakan air bersuhu bawah 30 derajat selsius, dan bukan air panas. Dengan ini, kulit akan terhindar dari risiko melepuh.Berendam dalam air campur garam Epsom ketika hamil bisa memberikan efek relaksasi, mengendurkan otot yang kencang, menghaluskan kulit. Luar biasa, bukan?Dengan mengetahu cara pakai yang benar, ada banyak manfaat garam inggris yang bisa kamu peroleh. Mulai dari memberikan efek relaksasi, mengatasi nyeri otot, hingga sebagai bahan eksfoliasi kulit.Namun alangkah baiknya apabila penggunaan garam inggris selalu dahului dengan konsultasi ke dokter. Khususnya saat kamu hendak mengonsumsi garam Epsom untuk menangani konstipasi atau menggunakannya sebagai bahan untuk mengelupas kulit mati. Dengan ini, keamanannya pun akan lebih terjamin.

Dilansir oleh http://kaypacha.ca/

Kategori
Kesehatan

Macam-Macam Sendi Pada Tubuh

persendian

Macam-Macam Sendi Pada Tubuh, Tubuh manusia dewasa memiliki struktur kompleks, dengan 206 tulang, yang terhubung melalui tulang rawan (tulang rawan hialin, fibrosa, dan elastin), otot, ligamen (jaringan pengikat sendi), dan macam-macam sendi.

Sendi adalah bagian tubuh tempat bertemunya dua tulang atau lebih, sehingga berperan penting untuk tubuh. Fungsi sendi dapat berupa menghubungkan dua tulang, memberi struktur, serta membantu otot untuk menggerakkan tulang.Setidaknya, ada tiga macam sendi yang menghubungkan tulang-tulang manusia, yaitu sendi sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis. Masing-masing sendi tersebut memiliki fungsi tersendiri bagi tubuh sehingga kamu dapat menjalankan aktivitas sehari-sehari.

Macam-macam sendi di tubuh manusia

Jumlah sendi antara satu orang dan orang lainnya, bisa berbeda, tergantung pada sejumlah faktor. Namun perkirakan, manusia memiliki sebanyak 250-350 sendi.Sendi berperan penting dalam pergerakan tubuh. Kita tentu akan sangat kerepotan jika sendi mengalami gangguan, misalnya lokasi sendi dan radang sendi.Beberapa definisi menyebutkan bahwa sendi merupakan titik,  mana dua tulang saling berhubungan. Ada pula yang menyebutkan bahwa sendi adalah hubungan yang kuat antara tulang, tulang rawan dan gigi satu sama lain. Berikut ini tiga jenis sendi pada tubuh manusia, dan masing-masing fungsinya.

1. Sinartrosis atau sendi mati

Sendi mati atau sendi fibrosa menghubungkan dua tulang atau lebih yang tidak menimbulkan pergerakan. Contoh dari sendi mati yakni sendi antar tulang tengkorak, yang sebut sutura, serta gomfosis (penghubung gigi dan tengkorak).

2. Amfiartrosis atau sendi kaku

Sendi ini memungkinkan pergerakan, walau sifatnya terbatas. Sendi kaku salah satunya terdapat pada ruas tulang belakang, serta simfisis pubis pada pinggul.

3. Diartrosis atau sendi gerak

Sesuai namanya, sendi ini dapat gerakkan dengan bebas dan leluasa. Sendi gerak sebut pula sebagai sendi sinovial. Sendi gerak ini memiliki cairan, yang sebut cairan sinovial. Dengan bantuan cairan sinovial sebagai pelumas inilah, sendi dapat gerakkan.

Macam-macam sendi gerak pada manusia

Manusia memiliki banyak sendi gerak. Oleh karena itu, perlukan klasifikasi untuk macam-macam sendi ini beserta fungsi dan letaknya. Berikut ini pengelompokan dan letak dari sendi gerak.

1. Sendi putar atau pivot

Sesuai namanya, sendi ini memiliki karakteristik memungkinkan satu tulang dapat melakukan putaran, terhadap tulang lain. Contoh dari sendi putar yaitu sendi antara tulang hasta, dan tulang pengumpil pada lengan.

2. Sendi geser atau plane

Sendi ini memungkinkan pergerakan tulang yang sama-sama datar. Contoh dari keberadaan dari sendi geser yaitu sendi interkarpal, yang menghubungkan tulang-tulang pergelangan tangan.

3. Sendi pelana atau saddle

Sendi ini memang mirip dengan ‘pelana’, yang dapat memberikan gerakan dua arah. Contoh dari sendi pelana adalah sendi penghubung tulang pergelangan tangan, dengan pangkal dari tulang ibu jari.

4. Sendi engsel atau hinge

Sendi ini memungkinan tulang bergerak menyerupai pintu gerakan pintu, dan bersifat satu arah. Sendi pada lutut, yang menghubungkan tiga tulang: tulang paha, tulang kering dan tulang lutut, merupakan contoh sendi engsel.

5. Sendi gulung atau condyloid

Sendi gulung bisa jumpai antara tulang yang memiliki rongga elips, dan permukaan tulang lain yang berbentuk bulat telur. Sendi ini hanya memungkinkan dua sumbu gerakan, yaitu gerakan membengkokkan (fleksi) dan gerakan meluruskan (ekstensi), serta gerakan menjauh dari tubuh (medial), dan gerakan mendekat ke arah garis tubuh (lateral).Contoh dari keberadaan sendi gulung yakni sendi penghubung tulang telapak tangan dengan tulang jari. 

6. Sendi peluru atau ball and socket

Sendi peluru merupakan sendi yang memungkinkan gerakan ke segala arah. Pada sendi peluru, sebuah tulang yang berbentuk lingkaran (ball) ‘duduk’ menempel, pada rongga tulang yang lain (socket).Tubuh manusia hanya memiliki dua sendi peluru. Pertama, sendi pada panggul, yang menghubungkan tulang panggul dengan tulang paha. Kedua, sendi pada bahu, penghubung tulang belikat dan lengan atas.

Jenis sendi yang kerap mengalami dislokasi sendi

lokasi sendi, atau pergeseran sendi dari tempat yang seharusnya, bisa terjadi sendi manapun. Namun, sendi gerak paling sering mengalami kondisi ini. lokasi paling sering terjadi sendi pada bahu, lutut, siku, panggul, rahang, dan jari. lokasi sendi biasanya terjadi jika sendi mendapatkan benturan yang tidakisangka, misalnya saat kamu terjatuh. Cedera saat aktivitas fisik, atau mengalami kecelakaan kendaraan bermotor, juga memicu terjadinya lokasi sendi.
Penanganan untuk lokasi sendi
Penanganan lokasi sendi lakukan bergantung pada sendi mengalami lokasi, serta tingkat keparahannya. Pada kasus yang ringan, lokasi sendi dapat pulih dengan menerapkan metode RICE, yaitu beristirahat (rest), kompres es (ice), memberikan tekanan atau (compression), dan mengangkat kaki lebih tinggi dari posisijantung (elevation).Pada tingkat yang lebih parah, dokter mungkin akan menyarankan beberapa tindakan lain, melalui prosedur:

  • Reduksi, untuk mengembalikan tulang ke posisi semula
  • Imobilisasi, untuk membatasi pergerakan sendi
  • Operasi
  • Rehabilitasi, untuk mengembalikan jangkauan gerak dan kekuatan sendi

kamu sekarang telah mengenal macam-macam sendi dan fungsinya. Selain lokasi sendi, anggota tubuh ini juga bisa mengalami gangguan lain, seperti radang sendi akibat asam urat serta infeksi pada sendi karena bakteri.

Dilansir Oleh http://argentinarenovables.org/